
Daftar Isi
1. Batuk, bersin, mata berair, dan sesak napas
2. Sakit kepala dan pusing
3. Badan terasa cepat lelah
4. Asma atau alergi makin sering kambuh
5. Iritasi kulit
Jakarta, Altava health Indonesia
—
Polusi udara
masih menjadi momok yang mengancam
kesehatan
masyarakat di banyak kota besar di Indonesia.
Asap kendaraan bermotor hingga emisi industri membuat kualitas udara di waktu-waktu tertentu berada di level yang tidak sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari
LiveScience
,
polusi udara tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan manusia.
Efeknya bisa muncul dalam bentuk keluhan ringan yang sering dianggap sepele hingga gangguan kesehatan yang lebih serius, terutama jika paparan terjadi dalam jangka waktu lama dan berulang.
“Gejala akibat kualitas udara dalam ruangan yang buruk dapat berkisar dari yang ringan, seperti sakit kepala dan kelelahan, hingga yang berat, termasuk asma, kanker paru-paru, serta penurunan harapan hidup secara keseluruhan,” ujar Associate Specialist di bidang penilaian paparan polusi udara dan epidemiologi di UC Irvine, Shahir Masri kepada
LiveScience.
Kualitas udara yang buruk juga dapat dikenali dari tanda seperti bau yang menetap atau partikel berukuran besar yang terlihat melayang di udara.
Meski demikian, tubuh juga dapat memberikan sejumlah sinyal ketika terlalu sering terpapar udara yang tercemar.
Berikut beberapa tanda tubuh yang dapat mengindikasikan Anda terlalu sering terpapar polusi udara.
1. Batuk, bersin, mata berair, dan sesak napas
Salah satu tanda yang paling umum adalah terjadinya iritasi pada saluran pernapasan. Batuk, bersin, sesak napas, hidung tersumbat, tenggorokan gatal, mata terasa perih atau berair dapat terjadi ketika tubuh bereaksi terhadap polutan di udara.
Pendiri Haze Environmental asal Inggris, Chloe Fellows mengatakan sebagai respons terhadap polusi, tubuh akan mempersempit saluran napas dan meningkatkan produksi lendir untuk membantu menghalau partikel asing.
“Efek dari paparan langsung terhadap kualitas udara yang buruk mirip dengan efek dari pilek dan penyakit virus lainnya, dan beberapa mungkin muncul segera setelah satu kali paparan, sementara yang lain merupakan akibat dari paparan berulang terhadap polutan,” ujarnya.
2. Sakit kepala dan pusing
Sering mengalami sakit kepala atau merasa pusing? Jangan langsung menyimpulkan kalau penyebabnya adalah kurang tidur. Sebab, berada di tempat dengan udara kotor juga dapat menjadi pemicunya.
CEO Allergy Standards dan peneliti di Indoor Air Innovation & Research Institute John McKeon menjelaskan bahwa paparan karbon monoksida maupun tingginya karbon dioksida di ruang yang minim ventilasi dapat memicu keluhan tersebut.
Selain itu, sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap partikel halus PM2.5 berkaitan dengan meningkatnya risiko migrain.
3. Badan terasa cepat lelah
Sering merasa cepat lelah meski aktivitas tidak terlalu berat juga bisa menjadi salah satu tanda tubuh terlalu sering terpapar polusi udara.
Ketika menghirup udara yang tercemar, sistem pernapasan harus bekerja lebih keras untuk memasok oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat membuat tubuh lebih mudah kehabisan energi dan terasa lemas.
4. Asma atau alergi makin sering kambuh
Menurut
Asthma and Allergy Foundation of America (AAFA)
, orang yang memiliki riwayat asma atau alergi, kualitas udara yang buruk dapat memperparah gejala yang sudah ada.
Keluhan seperti mengi, sesak napas, hidung meler, bersin terus-menerus, hingga dada terasa berat dapat muncul lebih sering seiring meningkatnya kadar polutan.
Sementara itu, dokter spesialis anak di Children’s Allergy Clinic Inggris, José Costa, menyebut konsentrasi alergen yang tinggi di udara dapat memperburuk gejala alergi, seperti hidung tersumbat, pilek, dan bersin, yang pada sebagian orang bahkan dapat berkembang menjadi asma alergi.
5. Iritasi kulit
Polusi udara tidak hanya menyerang saluran pernapasan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan kulit. Paparan polutan dan berbagai zat cemar dapat mengganggu lapisan pelindung kulit (
skin barrier
) sehingga kulit menjadi lebih kering, sensitif, terasa gatal, atau gampang kemerahan.
Pada orang yang memiliki kondisi kulit tertentu, seperti eksim atau dermatitis atopik, paparan polusi udara juga dapat memicu kekambuhan.
Demikian tanda-tanda tubuh terlalu sering terpapar polusi udara.
(fef)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Altava health]
Baca lagi: FOTO: Kualitas Udara Toronto Terburuk di Dunia Imbas Kebakaran Hutan
Baca lagi: Israel Beber Hamas Masih Kuat di Gaza, Punya Skuad Elite Nukhba
Baca lagi: Ronald van der Kemp Ubah Limbah Jadi Couture di Jalanan Paris




6 Responses
wijaya88 tempat main slot gacor terpercaya akses langsung wijaya88 login sekarang
Wah, gila sih penjelasannya clear banget! Btw, kemaren gw juga nemu referensi tambahan di https://www.newswire.co.kr/?md=A10&act=article&no=1323&page=11 bahasannya mirip-mirip dan oke juga buat dibaca.
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://adsense-ru.googleblog.com/2016/02/adsense.html yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Keren banget infonya! Pas banget buat bacaan inspiratif hari ini. Kalo butuh referensi tambahan yang nggak kalah mantap, bisa mampir juga ke https://teknokrat.ac.id/danbrigif-4-marinir-bs-ajak-mahasiswa-baru-universitas-teknokrat-indonesia-bela-negara/.
Sangat mencerahkan artikelnya min, bahasannya ringkas dan informatif untuk dipelajari. Kemarin saya juga nemu ringkasan pelengkap yang searah di https://www.dibiz.com/ciderfitketogummiessideeffect yang mengulas materi sejenis.
Akhirnya ketemu tulisan yang membedah masalah ini dengan tuntas. Sangat membantu riset kecil saya! Btw, ada ulasan pelengkap yang lumayan oke juga di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296904454_htm