Jangan Langsung Bersantai, Lakukan 2 Hal Ini Begitu Duduk di Pesawat

Jakarta, Altava health Indonesia

Kebanyakan orang akan langsung bersantai begitu berhasil duduk di kursi

pesawat

sebelum penerbangan dimulai.

Namun, ada beberapa hal sederhana yang sebaiknya dilakukan sebelum pesawat lepas landas demi menjaga

kesehatan

.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari laman

Huffington Post

,

dokter spesialis emergensi (IGD) Anita Patel mengatakan beberapa menit pertama setelah duduk di kursi merupakan waktu yang penting untuk melakukan langkah-langkah sederhana yang dapat membantu melindungi kesehatan penumpang selama perjalanan.

Kebiasaan ini merupakan tindakan pencegahan sederhana yang dapat mengurangi risiko terpapar kuman serta sinar ultraviolet selama berada di dalam pesawat.

1. Sanitasi meja lipat

Menurut Patel, meja lipat di pesawat menjadi salah satu permukaan yang paling sering disentuh penumpang. Mulai dari makan, membaca, hingga meletakkan berbagai barang, semuanya dilakukan di atas meja tersebut.

“Kita semua melihat petugas kebersihan masuk ketika penumpang turun, tetapi mereka memiliki waktu yang sangat terbatas. Membersihkan setiap meja lipat secara menyeluruh tidak selalu memungkinkan,” ujar Patel.

Karena itu, ia selalu membersihkan meja lipat dengan tisu antibakteri atau cairan disinfektan segera setelah duduk di kursi pesawat.

Patel menjelaskan bahwa berbagai bakteri, virus, hingga kuman penyebab gangguan pencernaan berpotensi menempel pada permukaan tersebut.

“Muntah dan diare tentu bukan hal yang diinginkan ketika Anda memulai perjalanan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa banyak virus dapat bertahan hidup di permukaan dalam waktu lama, sementara beberapa jenis bakteri bahkan bisa bertahan selama berjam-jam atau lebih.

Tak hanya meja lipat, Patel juga membersihkan permukaan lain yang dapat dilap, termasuk bagian pengunci atau pegangan kecil yang digunakan untuk membuka dan menutup meja.

2. Menggunakan

sunscreen

Selain menjaga kebersihan, Patel menyoroti pentingnya menggunakan tabir surya sebelum penerbangan. Menurutnya, banyak orang tidak menyadari bahwa paparan sinar ultraviolet (UV) menjadi lebih kuat ketika berada di ketinggian jelajah pesawat.

“Sinar matahari yang terasa menyenangkan saat berada di atas awan lebih berbahaya dibandingkan ketika kita berada di permukaan tanah,” imbuh Patel.

Ia merekomendasikan penggunaan tabir surya sebelum setiap penerbangan. Meski tirai jendela pesawat dapat membantu mengurangi cahaya matahari langsung, perlindungannya terhadap sinar UVB yang berkaitan dengan risiko kanker kulit dan penuaan dini tetap terbatas.

Itulah dua hal yang perlu dilakukan sebelum melakukan perjalanan udara. Menjaga kesehatan saat bepergian tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit.

Kebiasaan sederhana yang dilakukan sebelum pesawat lepas landas dapat membantu membuat perjalanan menjadi lebih aman dan nyaman.

(fef)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Altava health]

Baca lagi: Prabowo Belum Ajukan Calon Gubernur BI Baru Pengganti Perry Warjiyo

Baca lagi: El Nino Super Diperkirakan Picu Kerugian Ratusan Triliun di Afrika

Baca lagi: Status Ruben Onsu dan Catherine Wilson Akhirnya Terungkap

One Response

  1. Bagus banget artikelnya min, bener-bener ngebuka sudut pandang baru hari ini. Sukses terus ya! Sebagai tambahan bahan bacaan pendukung yang relevan, temen-temen bisa coba intip link https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297498259_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297385130_htm
    https://blog.dma.org/author/kchurst/page/27/?ak_action=reject_mobile
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297241142_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320228543_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297404629_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296955495_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297556548_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297573757_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320589126_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297052259_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297476977_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320277271_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320166832_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320576022_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297064124_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320529600_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320564677_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320620644_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320097547_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296913050_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320652016_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297257797_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320298673_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297423888_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320607540_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297088573_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320457285_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297372983_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296994935_htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: