Kemenkes Apresiasi CNN Wellnest Festival, Dorong Kesadaran Hidup Sehat

Jakarta, Altava health Indonesia

Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, dr. Maria Endang Sumiwi, mengapresiasi penyelenggaraan

Altava health Indonesia

Wellnest Festival Vol. 2

.

Menurutnya, kegiatan yang memadukan olahraga, edukasi, dan gaya hidup sehat seperti ini penting untuk mendorong masyarakat lebih aktif menjaga kesehatannya.

“Pertama-tama saya mau mengucapkan apresiasi yang sangat besar kepada Altava health yang sudah menyelenggarakan acara Wellnest ini. Dari Kementerian Kesehatan tentunya kita sangat senang sekali ada acara seperti ini disediakan oleh Altava health. Pesannya nomor satu, sering-sering menyelenggarakan acara seperti ini,” ujar Maria dalam penutupan Altava health Indonesia Wellnest Festival Vol. 2 di South Quarter Dome, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (22/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mewakili Menteri Kesehatan RI, Maria menyampaikan festival seperti Wellnest Festival dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjalani gaya hidup sehat sejak dini.

Ia juga mengajak para peserta membagikan pengalaman berolahraga melalui media sosial agar semakin banyak masyarakat terdorong untuk aktif bergerak.

“Kepada para peserta, jangan lupa disebarkan melalui media sosialnya. Kalau melakukan olahraga, ikut lomba, dan sebagainya, karena kita ingin masyarakat aktivitas fisiknya semakin rajin,” ajaknya.

Maria menjelaskan ajakan untuk rutin berolahraga bukan tanpa alasan. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), usia harapan hidup masyarakat Indonesia memang terus meningkat. Namun, tantangan kesehatan kini bergeser.

Jika dahulu kematian banyak terjadi pada usia anak akibat penyakit infeksi, kini penyebab kematian justru didominasi penyakit tidak menular pada usia dewasa.

“Kalau data kita, nomor satu stroke, nomor dua jantung, nomor tiga kanker, lalu gagal ginjal. Nah, ini semua kuncinya adalah hidup sehat,” katanya.

Menurut Maria, olahraga menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko penyakit tersebut. Ia pun menilai tren olahraga seperti lari, pilates, hingga HYROX yang kini semakin diminati masyarakat merupakan perkembangan positif.

“Sekarang sudah banyak lari, sudah banyak pilates, sudah banyak HYROX. Lakukan secara rutin,” tambahnya

Meski demikian, ia mengingatkan olahraga saja tidak cukup. Penyakit seperti hipertensi dan diabetes sering berkembang tanpa gejala sehingga banyak orang baru menyadarinya ketika sudah mengalami komplikasi serius, seperti stroke atau serangan jantung.

“Tekanan darah tinggi, gula darah tinggi itu enggak terasa, enggak ada alarm. Karena enggak terasa, kita enggak tahu kalau kita berada dalam situasi yang berisiko,” katanya.

Karena itu, Maria mengimbau masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis yang telah disediakan pemerintah di puskesmas.

“Sekarang pemerintah ada cek kesehatan gratis. Kapan pun boleh, setahun sekali gratis di puskesmas-puskesmas. Puskesmas kita sudah bagus-bagus, datang saja ke puskesmas, bilang saya mau cek kesehatan gratis,” ujarnya.

Ia menegaskan pemeriksaan kesehatan berkala sama pentingnya dengan menjaga pola makan, tidur yang cukup, serta rutin berolahraga.

“Selain olahraga, cek kesehatan setiap tahun. Karena kita enggak ada gejala, tapi sebetulnya tekanan darahnya sudah naik, gula darahnya sudah naik,” pungkasnya.

(anm/fef)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Altava health]

Baca lagi: AS Disebut Krisis Rudal Perangi Iran, Kerepotan Lindungi Pasukan?

Baca lagi: Hasil F1 GP Austria: George Russell Menang, Verstappen Kedua

Baca lagi: Kata-kata Pakar soal Ambisi Walkot NY Zohran Mamdani Tangkap Netanyahu

7 Responses

  1. Bagus banget artikelnya min, bener-bener ngebuka sudut pandang baru hari ini. Sukses terus ya! Sebagai tambahan bahan bacaan pendukung yang relevan, temen-temen bisa coba intip link https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297498259_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297385130_htm
    https://blog.dma.org/author/kchurst/page/27/?ak_action=reject_mobile
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297241142_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320228543_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297404629_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296955495_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297556548_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297573757_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320589126_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297052259_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297476977_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320277271_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320166832_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320576022_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297064124_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320529600_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320564677_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320620644_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320097547_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296913050_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320652016_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297257797_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320298673_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297423888_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320607540_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297088573_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320457285_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297372983_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296994935_htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: