
Daftar Isi
Gejala perimenopause yang sering dianggap biasa saja
1. Perubahan pada rambut
2. Jerawat muncul lagi
3. Kulit jadi kering
4. Perut terasa kembung
5. Bau badan lebih kuat
6. Brain fog atau sulit fokus
7. Migrain saat menstruasi
8. Perubahan suasana hati yang ekstrem
Kapan perlu waspada?
Jakarta, Altava health Indonesia
—
Perempuan
di usia 30-an akhir perlu waspada. Ada beberapa perubahan di tubuh yang tampak biasa saja, tetapi bisa jadi itu gejala terjadinya
perimenopause
.
Bagi yang belum tahu, perimenopause adalah fase sebelum menopause saat tubuh mulai bersiap menghentikan siklus menstruasi. Tahap ini sering disebut sebagai transisi menuju menopause dan bisa terjadi pada usia yang berbeda-beda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip
Mayo Clinic
, banyak perempuan mulai merasakan perubahan di usia 40-an, tetapi sebagian sudah mengalaminya sejak usia 30-an atau baru menyadarinya di usia 50-an.
Pada masa ini, kadar estrogen naik turun secara tidak stabil dan memunculkan berbagai perubahan fisik maupun emosional.
Gejala perimenopause yang sering dianggap biasa saja
Karena gejalanya sering dianggap hal biasa, banyak orang tidak sadar bahwa itu sebenarnya gejala perimenopause. Ini dia beberapa tanda yang perlu diwaspadai:
1. Perubahan pada rambut
Salah satu gejala perimenopause yang sering luput diperhatikan, yakni perubahan pada rambut. Rambut bisa terasa lebih tipis, mudah rontok, lebih kering, atau kehilangan kilau alaminya.
Menurut
Cleveland Clinic
, sebagian perempuan bisa mulai mengalami pertumbuhan rambut di dagu atau area tubuh lain yang sebelumnya tidak terlalu terlihat. Hal ini terjadi karena adanya penurunan hormon estrogen.
2. Jerawat muncul lagi
Banyak perempuan mengira jerawat hanya muncul pada masa remaja, padahal saat mengalami perimenopause, jerawat bisa muncul kembali.
Penyebabnya, yaitu ketidakseimbangan hormon, terutama saat estrogen menurun lebih cepat dibanding androgen. Akibatnya, produksi minyak di kulit meningkat dan pori-pori lebih mudah tersumbat.
3. Kulit jadi kering
Kulit kering, bersisik, atau mudah mengelupas juga termasuk gejala perimenopause yang umum terjadi. Saat estrogen menurun, produksi kolagen ikut berkurang.
Adapun kolagen berperan penting menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. Itulah mengapa kekurangan kolagen bisa membuat kulit terasa lebih kasar dan tidak nyaman.
4. Perut terasa kembung
Kembung sering dianggap hanya efek makanan atau siklus menstruasi biasa. Namun, saat perimenopause, perubahan hormon juga dapat memengaruhi sistem pencernaan.
Akibatnya, perut terasa lebih penuh, tidak nyaman, atau lebih sensitif terhadap makanan tertentu. Kalau kembung terjadi berulang, bisa jadi itu salah satu tanda perubahan hormonal.
5. Bau badan lebih kuat
Bau badan yang tiba-tiba lebih menyengat juga dapat menjadi gejala perimenopause. Hot flashes dan keringat malam membuat tubuh lebih sering berkeringat.
Keringat itu sendiri sebenarnya tidak berbau, tetapi saat bercampur dengan bakteri di kulit, muncullah bau badan yang lebih kuat dari biasanya. Ini sering mengejutkan karena muncul tanpa alasan yang jelas.
6. Brain fog atau sulit fokus
Menurut
Yahoo Health
, perimenopause juga bisa memengaruhi fungsi kognitif ringan, seperti mudah lupa, sulit fokus, atau merasa “kabur” saat berpikir. Kondisi ini dikenal sebagai brain fog.
Banyak perempuan mengalaminya, tetapi bukan berarti langsung berkaitan dengan gangguan serius seperti demensia. Umumnya, ini berhubungan dengan perubahan hormon.
7. Migrain saat menstruasi
Jika Anda punya riwayat migrain, perimenopause bisa membuatnya terasa lebih berat. Menjelang menstruasi, kadar estrogen turun tajam dan penurunan ini dapat memicu migrain.
Karena perubahan hormon selama perimenopause menjadi lebih fluktuatif, serangan migrain bisa lebih sering atau lebih intens dari sebelumnya.
8. Perubahan suasana hati yang ekstrem
Mudah marah, lebih sensitif, atau merasa emosi tidak stabil, bukan semata gejala PMS. Pada masa perimenopause, perubahan hormon dapat memperkuat mood swings yang sebelumnya sudah pernah dirasakan.
Kapan perlu waspada?
Jika Anda mengalami beberapa tanda di atas secara bersamaan dan terus berulang, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter terkait. Apalagi jika berbagai gejala perimenopause sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
Mengetahui perubahan ini lebih awal, bisa membantu Anda memahami kondisi tubuh dan mencari cara untuk mengelolanya dengan lebih baik.
(rti)
Baca lagi: Mau Punya Sepeda Listrik? Beli di Transmart Full Day Sale Rp3 Jutaan
Baca lagi: Anak Sulit BAB? Berikan 10 Makanan Tinggi Serat Ini untuk Si Kecil
Baca lagi: FOTO: Ritual Warga Bolivia Bakar Janin Llama untuk Mother Earth




5 Responses
Materi pembahasannya sangat menarik. Menurut pandangan saya, selain aspek teknis, faktor kesejahteraan dan mentalitas tim yang mengeksekusi juga wajib dijadikan perhatian utama oleh para pemangku kepentingan. slot untung88
Artikel ini mampu menjelaskan topik dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Semoga semakin banyak konten edukatif seperti nusantara88 link alternatif.
star88main disitus star88 gokil banget saik dah pokoknyaaa mantap selalu star88
crazyrich88saikkk bener main di situs ini gokil abiezz pokoknya kalian harus coba !!
slot