Terdampak Abu Erupsi Anak Krakatau? Menkes Berikan 3 Saran Ini

Daftar Isi

1. Jangan panik

2. Lindungi mata

3. Jangan sembarangan menyapu abu vulkanik

Jakarta, Altava health Indonesia

—

Sejumlah wilayah terdampak sebaran

abu vulkanik

Gunung Anak Krakatau. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan tiga saran dalam menghadapi hujan abu vulkanik.

Hingga Senin (7/9) pagi, BMKG menyebut abu bergerak ke arah tenggara hingga barat laut mencakup Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya pada lapisan rendah (permukaan 15.000ft/4.57 km).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Pada ketinggian ini, sebaran abu berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak,” demikian laporan BMKG.

Lewat sebuah unggahan video di akun pribadinya, Menkes Budi Gunadi Sadikin memaparkan beberapa saran bagi warga yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Dia menyarankan warga untuk tidak panik, senantiasa melindungi mata, dan tidak sembarangan menyapu abu vulkanik.

1. Jangan panik

Budi menegaskan agar warga tidak panik. Jika tidak ada hal mendesak, kata dia, sebaiknya tidak keluar rumah agar tidak berpeluang menghirup abu vulkanik.

“Kalau

toh

pun harus keluar, jangan lupa pakai masker. Utamakan pakai masker dengan tipe KN-95,” kata dia.

Dia menambahkan jika tidak memungkinkan memakai masker tipe KN-95, sebaiknya pakai masker tipe apa pun untuk menutup hidung dan mulut saat berada di luar rumah.

2. Lindungi mata

Selain masker untuk melindungi jalan napas, Budi juga menyarankan untuk memberikan perlindungan buat mata. Partikel abu vulkanik berbeda dengan debu biasa. Abu vulkanik dapat mengganggu organ mata dan penglihatan.

Disarankan untuk menggunakan kacamata (

goggle glass

) yang melindungi mata dari semua sisi.

3. Jangan sembarangan menyapu abu vulkanik

[Gambas:Instagram]

Hujan abu vulkanik tak pelak membuat area rumah lebih kotor dari biasanya. Namun jangan langsung menyapu abu seperti kamu menyapu debu atau kotoran biasa.

“Abunya disemprot dulu dengan air agar basah, supaya abunya tidak terbang ke mana-mana saat kita bersihkan. Baru sesudah basah dan lembap, kita bersihkan,” ujarnya.

(els)

Baca lagi: 5 Jenis Kendaraan yang Bebas Tagihan Pajak Tahunan

Baca lagi: Gus Ipul Ungkap Penyebab Status Desil di DTSEN Sempat Berubah Drastis

Baca lagi: Dapat Spektrum Baru, XLSmart Perluas Target 5G ke 101 Kota

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: